Daily Archives: 11 Maret 2019

Pakai APBD, Tambrauw Belah Gunung untuk Bangun Akses Wisata

Kabupaten Tambrauw di Papua Barat mulai pamerkan keindahan pariwisatanya. Belah hutan dan bangun jalan, Tambrauw konsisten untuk pariwisata.

Press tour 2019, Tambrauw menjadi daerah pertama yang masuk dalam daftar Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan ini, Tambrauw ingin menunjukkan komitmennya untuk pariwisata.

“Komitmen itu kunci maju, seperti rumus pariwisata dari Menpar Arief Yahya, soal atraksi Tambrauw tidak usah khawatir. Tinggal akses dan amenitas yg di majukan,” ujar Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Selasa (5/3/2019).

Tambrauw sendiri bisa dibilang baru memulai pembangunan jalan sepanjang 680 km dalam 7 tahun. Salah satu kabupaten terbesar di Papua Barat ini, berkomitmen untuk membangun pariwisata Tambrauw.

“Tambrauw membangun infrastruktur dari APBD sebesar 10 milyar dan pinjaman dari Bank Papua sebesar 300 milyar,” kata Gabriel Asem, Bupati Tambrauw.

Dari dana APBD dan pinjaman, Tambrauw sudah membangun akses jalan yang membentang dari Kebar, Fef sampai Sausapor. Jalan ini dikhususkan untuk jalur wisatawan dari Manokwari menuju Tambrauw. Tambrauw sendiri nantinya akan membuka pintu dari Manokwari dan Sorong.

“Kunci keberhasilan pariwisata ada yang datang dan pergi. Jalan sudah dibuka untuk pariwisata. Sementara sarana penunjang itu besar dan lama. Tapi bisa pendek kalau kepala daerahnya komitmen,” papar Guntur.

Bupati Gabriel menargetkan Tambrauw siap dikunjungi oleh wisatawan tahun depan. Walau demikian, kendala yang dimiliki Tambrauw cukup berat, yaitu sumber daya manusia (SDM).

“Target tahun depan sudah bisa dikenal dalam dan luar negeri. Yang lebih berat masalah sumber daya lokal. Harus siapkan sdm yg fasih berbahasa. Saat ini dimulai dari sekolah,” papar Gabriel.

Untuk target jumlah wisatawan sendiri, Tambrauw masih belum terdata. Hal ini diakui karena masih terbatasnya sumber daya.

“Tahun 2019 targetnya 5000 wisatawan. Atraksi sudah ada tapi akses dan amrnitas belum ada. Amenitas pelan-pelan, mau undang investasi,” ungkap Gabriel.

Mengundang investor jadi salah satu cara Tambrauw untuk maju dalam pariwisata. Salah satunya yang sudah siap adalah Papua Diving yang berencana untuk membangun cottage dan dive centre.

Sebagai bekas pangkalan militer Amerika pada Perang Dunia II, Tambrauw memang sangat menjanjikan. Wisatawan bisa melihat langsung tank dan pesawat perang di darat dan dalam laut.

Kendala lain berupa pembebasan tanah adat dari masyarakat dan tidak adanya sinyal. Sehingga nama Tambrauw masih asing di telingan wisatawan Indonesia sendiri.

“Penolakan (dari masyarakat-red) itu biasa, kadang tidak setuju, jadi dilakukan pendekatan. Pembebasan tanah disesuaikan dengan perda dan perbup untuk harga tanah. Tahan adat dibayar. Untuk sinyal, baru ada 2 tower. Nanti mau dibangun 8 tower Telkomsel,” jelas Gabriel.

 

sumber : klik disini

Masalah Di Papua Bukan Hanya Ekonomi Dan Pembangunan

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melihat dua pasangan calon presiden tidak punya ketertarikan dengan masalah pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Demikian disampaikan peneliti LIPI Aisyah Putri Budiatri dalam diskusi bertema ‘Menyoal Papua dalam Pilpres 2019: Posisi Papua di Peta Politik Indonesia’ yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (14/2).

“Kok tidak ada sama sekali kata Papua ketika debat. Saya menduga, teman-teman bisa berpandangan juga, kedua paslon memiliki problem dengan isu pelanggaran HAM,” katanya.

Peneliti yang akrab disapa Puput itu mencontohkan, seperti halnya calon petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menjanjikan penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, namun hingga saat ini belum ada kejelasan. Termasuk kasus kekerasan di Kabupaten Nduga yang terjadi beberapa waktu lalu.

Puput memperkirakan, masalah Papua yang diangkat dalam Debat Pilpres 2019 putaran kedua nanti hanya dari sisi perekonomian, pembangunan, dan sumber daya alam. Daripada membahas isu pelanggaran HAM yang seolah-olah justru mengerdilkan Papua.

“Pandangan saya ini adalah upaya pengerdilan dan menunjukkan pemahaman isu yang terbatas tentang Papua. Seolah problem di Papua hanya problem ekonomi,” jelasnya.

LIPI sendiri menemukan empat akar masalah yang terjadi di Bumi Cenderawasih tidak hanya seputar pembangunan tetapi juga marjinalisasi, sejarah politik, dan pelanggaran HAM.

“Kita harus melihat (pelanggaran HAM) itu secara komprehensif. Sampai saat ini kita belum melihat hal itu,” tandas Puput.

 

sumber : klik disini

Jasa Raharja Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Cruk untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas

PT Jasa Raharja Cabang Papua menyerahkan bantuan berupa kursi roda dan tongkat atau cruk untuk korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam kegiatan Millenial Road Safety Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Polda Papua, di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Sabtu (2/3/2019).

Penyerahan bantuan dari Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua, Marganti Sitinjak secara simbolis diterima oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Martuani Sormin yang selanjutnya diserahkan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya, Marganti Sitinjak mengatakan usia terbesar dari korban yang mengajukan santuan yang telah diserahkan termasuk dalam kelompok usia produktif atau generasi millenial yakni usia 15 – 44 tahun mencapai 72,52 persen dari seluruh korban.

Tren ini, kata Marganti, terus saja meningkat dari tahun ke tahun dan merupakan suatu fenomena yang cukup mengkhawatirkan lantaran para korban merupakan generasi muda harapan bangsa dan merupakan tulang punggung keluarga.

Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Papua telah membangun sinergitas dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Papua dan Polda Papua Barat untuk terus berupaya membangun kesadaran masyarakat terhadap berlalu lintas.

“Salah satu program Jasa Raharja adalah dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional di jalan raya seperti traffic cone, barricade, sticker cone, senter, alat tes alcohol dan pembuatan rambu lalu lintas, dan juga untuk korban kecekalaan kami berikan kursi roda dan tongkat atau cruk, “imbuh Marganti.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs.Martuani Sormin menyampaikan berdasarkan informasi kecelakaan menyebabkan 2,1 juta jiwa meninggal dunia, di Provinsi Papua sekitar 300 ribu jiwa meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, 60 persen diantaranya generasi muda .

“Oleh sebab itu sebagai instruksi Presiden, kita melaksanakan kegiatan Millenial Road Safety Festival 2019 agar tidak menjadi korban kecelakaan, “kata Kapolda. (Zulkifli)

sumber: klik disini