BERITA

Pakai APBD, Tambrauw Belah Gunung untuk Bangun Akses Wisata

Kabupaten Tambrauw di Papua Barat mulai pamerkan keindahan pariwisatanya. Belah hutan dan bangun jalan, Tambrauw konsisten untuk pariwisata.

Press tour 2019, Tambrauw menjadi daerah pertama yang masuk dalam daftar Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan ini, Tambrauw ingin menunjukkan komitmennya untuk pariwisata.

“Komitmen itu kunci maju, seperti rumus pariwisata dari Menpar Arief Yahya, soal atraksi Tambrauw tidak usah khawatir. Tinggal akses dan amenitas yg di majukan,” ujar Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Selasa (5/3/2019).

Tambrauw sendiri bisa dibilang baru memulai pembangunan jalan sepanjang 680 km dalam 7 tahun. Salah satu kabupaten terbesar di Papua Barat ini, berkomitmen untuk membangun pariwisata Tambrauw.

“Tambrauw membangun infrastruktur dari APBD sebesar 10 milyar dan pinjaman dari Bank Papua sebesar 300 milyar,” kata Gabriel Asem, Bupati Tambrauw.

Dari dana APBD dan pinjaman, Tambrauw sudah membangun akses jalan yang membentang dari Kebar, Fef sampai Sausapor. Jalan ini dikhususkan untuk jalur wisatawan dari Manokwari menuju Tambrauw. Tambrauw sendiri nantinya akan membuka pintu dari Manokwari dan Sorong.

“Kunci keberhasilan pariwisata ada yang datang dan pergi. Jalan sudah dibuka untuk pariwisata. Sementara sarana penunjang itu besar dan lama. Tapi bisa pendek kalau kepala daerahnya komitmen,” papar Guntur.

Bupati Gabriel menargetkan Tambrauw siap dikunjungi oleh wisatawan tahun depan. Walau demikian, kendala yang dimiliki Tambrauw cukup berat, yaitu sumber daya manusia (SDM).

“Target tahun depan sudah bisa dikenal dalam dan luar negeri. Yang lebih berat masalah sumber daya lokal. Harus siapkan sdm yg fasih berbahasa. Saat ini dimulai dari sekolah,” papar Gabriel.

Untuk target jumlah wisatawan sendiri, Tambrauw masih belum terdata. Hal ini diakui karena masih terbatasnya sumber daya.

“Tahun 2019 targetnya 5000 wisatawan. Atraksi sudah ada tapi akses dan amrnitas belum ada. Amenitas pelan-pelan, mau undang investasi,” ungkap Gabriel.

Mengundang investor jadi salah satu cara Tambrauw untuk maju dalam pariwisata. Salah satunya yang sudah siap adalah Papua Diving yang berencana untuk membangun cottage dan dive centre.

Sebagai bekas pangkalan militer Amerika pada Perang Dunia II, Tambrauw memang sangat menjanjikan. Wisatawan bisa melihat langsung tank dan pesawat perang di darat dan dalam laut.

Kendala lain berupa pembebasan tanah adat dari masyarakat dan tidak adanya sinyal. Sehingga nama Tambrauw masih asing di telingan wisatawan Indonesia sendiri.

“Penolakan (dari masyarakat-red) itu biasa, kadang tidak setuju, jadi dilakukan pendekatan. Pembebasan tanah disesuaikan dengan perda dan perbup untuk harga tanah. Tahan adat dibayar. Untuk sinyal, baru ada 2 tower. Nanti mau dibangun 8 tower Telkomsel,” jelas Gabriel.

 

sumber : klik disini

1.300 KK Warga Kota Jayapura Terdampak Banjir dan Longsor

Hujan deras menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Kota Jayapura, Papua. Sebanyak 1.300 KK warga Jayapura terdampak bencana ini.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Jayapura itu terjadi sejak Jumat (22/2) pukul 22.00 WIT hingga Sabtu (23/2) pukul 05.00 WIT. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir dan longsor itu terjadi di tiga distrik.

Tiga distrik itu yakni Distrik Abepura meliputi Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja. Sementara di Distrik Heram meliputi Perumnas IV dan Komplek Organda. Sedangkan di Distrik Jayapura Selatan bencana meliputi Komplek SMU 4, Komplek Thomas, Komplek PTC Entrop, Komplek Hamadi.

“Ketinggian banjir bervariasi antara 0.5-1,5 meter,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/2/2019).

Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Sementara kerusakan akibat banjir dan longsor tersebut masih dalam pendataan.

“Warga terdampak sebanyak 1.300 KK,” katanya.

Sutopo menjelaskan pemerintah daerah termasuk BPBD Kota Jayapura bersama TNI dan Polri telah melakukan evakuasi warga terdampak bencana. Sebanyak 5 perahu karet disiagakan untuk proses evakuasi.

Selain itu, tim tersebut juga memberikan pelayanan kebutuhan makan dan kesehatan di 4 titik pos lapangan dan pengungsian yaitu, di Poskopad Furia, Komplek Pasar Yatefa, Komplek Organda dan SMU 4.

“Wali Kota Jayapura telah meninjau lokasi terdampak. Pemkot Jayapura tidak menetapkan status Tanggap Darurat karena saat ini status daruratnya masih transisi darurat ke pemulihan sejak tanggal 8 Januari 2019 sampai dengan 8 April 2019,” katanya.

Sutopo menambahkan, Tim Reaksi Cepat BNPB telah berada di Jayapura untuk melakukan pendampingan dan penanganan darurat. BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 250 juta kepada Wali Kota Jayapura. Sementara itu, Pemprov Papua juga telah memberikan dukungan personel dan logistik ke lokasi bencana.

“Kondisi terkini sebagian besar banjir telah surut, tinggal 2 lokasi di Pasar Yatefa dan Komplek Organda,” kata Sutopo.

“Kondisi warga aman terkendali,” imbuhnya

 

sumber : klik disini

Kementerian PUPR Siapkan Tambahan Infrastruktur Olahraga di Papua

 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima penghargaan kategori pendukung infrastruktur untuk Asian Games dan Asian Paragames pada acara Siwo PWI di gedung negara Grahadi Surabaya Jatim Timur, pada Jumat 8 Februari 2019.

“Saya merasa surprise, itu sebetulnya ditugasi oleh presiden, jadi saya cuma melaksanakan tugas saja,” tutur Basuki, seperti ditulis, Sabtu (9/2/2019).

Basuki mengatakan, pada perhelatan akbar Asian Games dan Asian Paragames tersebut, dia mempunyai perasaan lebih karena bisa berkontribusi dalam kegiatan olahraga itu. Hal itu mengingat proses pengerjaannya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

“Indonesia awalnya dikira tidak bisa menyelenggarakan event tersebut, karena mereka ragu – ragu. Tapi setelah melihat progresnya, mereka sudah tidak ragu – ragu lagi,” kata dia. 

Basuki menyampaikan, seperti yang dulu dibilang pencahayaan Gelora Bung Karno (GBK) merupakan terbaik di dunia hingga sekarang dan itu kalahnya dengan Olimpiade Tokyo 2020.

“Itu menurut Panasonic yang menang lelang pasang lighting itu,” ucap dia. 

Saat disinggung mengenai apresiasi presiden terhadap pelaksanaan kegiatan olahraga terbesar di Asia, Basuki menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai tim Asian Games, penyelenggaraan dan infrastruktur juga sukses. “Jadi menurut saya tiga – tiganya bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar dia. 

Basuki juga menambahkan akan ada penambahan infrastruktur pada sarana dan prasarana olahraga dalam rangka mensukseskan PON di Papua pada 2020.

“Kita sekarang sedang menyiapkan beberapa infrastruktur, berkolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di beberapa kota seperti di Jayapura, Biak, Manokwari,” ujar Basuki. 

 

sumber : klik disini