Noken Papua Warisan Budaya Dunia, Ini Potensi Ekonomi Kreatifnya

Noken atau rajut karya masyarakat Papua dinilai sebagai potensi usaha ekonomi krearif yang dapat dikembangkan. Kerajinan tangan merajut untuk bahan tas ini tersebar luas di wilayah Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Anggota tim percepatan International Conference on Bioversity Ecotourism and Economy Crearive-ICBE (Konferensi Internasional Keanekaragaman hayati Ekowisata dan Ekonomi Kreatif), Bustar Maytar, mengatakan Unesco telah menetapkan noken sebagai salah satu warisan dunia.

Keputusan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) melalui Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)ini, kata Bustar Maytar, berdampak positif bagi perkembangan budaya maupun ekonomi warga Bumi Cenderawasih ini.

“Ini adalah peluang usaha, terutama bagi masyarakat asli Papua. Mereka mudah memperoleh bahan baku, tinggal masuk ke hutan dan mereka punya keterampilan merajut. Tinggal dikembangkan,” tambah Bustar Maytar di Manokwari, Papua Barat, Selasa, 31 Juli 2018.

Noken, Bustar Maytar menjelaskan, menjadi salah satu ikon bagi Papua. Diharapkan produk khas Papua ini lestari dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, noken di Papua Barat dan Papua memiliki berbagai jenis sesuai karakter dan bahan.

“Masyarakat di Wamena, Pegunungan Arfak serta daerah lain masing-masing memiliki produk noken berbeda. Bahan yang digunakan pun lain, banyak variasinya,” ujar Bustar Maytar.

Noken merupakan kerajinan khas masyarakat Papua,  yang bentuk tasnya seperti kantong. Bahan dari kulit kayu dan tumbuh-tumbuhan yang dianyam  atau dirajut. Kantong ini biasa disangkutnya di kepala untuk membawa barang dan hasil kebun.

 

sumber : klik disini

Share This Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *