Pertumbuhan Ekonomi Papua Tahun 2018 Diperkirakan Meningkat Hingga 6,2 Persen

Kinerja perekonomian Provinsi Papua pada triwulan IV tahun 2017 alami penguatan dibanding triwulan sebelumnya dari 3,87% naik menjadi 4,78%

Manajer Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilans Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Arta Jodilistyo, mengatakan sejumlah faktor menjadi indikator kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Kenaikan ekspor luar negeri menjadi pendorong kenaikan ekonomi Papua pada triwulan IV 2017 sejalan dengan peningkatan kinerja lapangan usaha pertambangan,sedangkan untuk keseluruhan tahun 2017, ekonomi Papua mengalami perlambatan dibanding tahun 2016,dari 4,64% turun 9,14%,” ujar Arta Jodilistyo, usai kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Periode Februari 2018, yang berlangsung di Biak, Kamis (15/3/2018).

Sementara inflasi di Papua diakui terjaga dan lebih rendah dari inflasi nasional dan diperkirakan tekanan inflasi Papua sepanjang 2018  berkisar 4,7%-5,2%,naik dari tahun 2017 sebesar 2,1%.

Sedangkan di tahun 2018 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Papua meningkat berkisar 5,8% hingga 6,2% dengan faktor pendorong diantaranya kenaikan kuota ekspor konsentrat tembaga, kenaikan UMP, percepatan pembangunan infrastruktur dan potensi pendukung lainnya yaitu Pilkada.

“Untuk perkembangan transaksi non tunai di Papua cenderung meningkat dibanding triwulan III 2017, untuk aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan BI Provinisi Papua menunjukan posisi net outflow pada triwulan IV 2017 sebesar Rp3.257 miliar, dan untuk jumlah uang tidak layak edar (UTLE) yang dimusnahkan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua pada triwulan IV sebesar Rp128,64 miliar, naik 23,39% dibanding triwulan yang sama di tahun lalu,” jelas Arta Jodislistyo.

“Terkait Keuangan Daerah, realisasi APBN di lingkup Provinsi Papua pada triwulan 2017 mengalami peningkatan,baik pos pendapatan maupun pos belanja dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 dari Rp3,142 triliun naik menjadi Rp3,467 triliun atau naik 10,34%. Selain itu realisasi APBD Papua di triwulan IV 2017 secara umum mengalami peningkatan,tercatat pendapatan  pada triwulan  IV 2017 sebesar Rp3,338 triliun,” tuturnya.

Kantori Perwakilan BI Provinsi Papua selanjutnya memberikan rekomendasi yang dapat digunakan menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi Papua, diantaranya optimalisasi sektor ekonomi sehingga tidak tergantung pada sektor pertambangan, dan upaya pengendalian inflasi dibutuhkan koordinasi antar instansi dan antar wilayah. (OP/WDA)
sumber : klik disini
Share This Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *