Magister Keuangan Daerah Universitas Cenderawasih

BPS: Pembangunan Indonesia membaik, tetapi Papua tetap terbawah

BPS: Pembangunan Indonesia membaik, tetapi Papua tetap terbawah

ndeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia kembali membaik tahun 2017 dengan angka 70,81, baik dari 70,18 setahun sebelumnya, seperti diumumkan Biro Pusat Statistik (BPS), Senin (16/04).

Kepala BPS, Dr. Kecuk Suhariyanto mengatakan peningkatan terjadi pada semua bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran.

“IPM tahun 2017 mengalami kenaikan karena indikator umur harapan hidup itu mengalami pertumbuhan 0,23%. Dari sisi pendidikan yang diukur dengan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah juga mengalami perbaikan. Demikian juga dengan pengeluaran per kapita,” jelasnya kepada Nuraki Aziz yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

BPS menyebutkan bayi yang lahir tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 71,06 tahun, lebih lama 0,16 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Harapan mendapat pendidikan juga meninkat menjadi 12,85 tahun, lebih lama 0,13 tahun.

Adapun rata-rata pengeluaran sebesar Rp10,66 juta per tahun, naik sebesar Rp244.000.

Dari 34 provinsi Indonesia, sejumlah daerah mengalami kecepatan IPM yang bagus, seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, disebabgkan wilayah tersebut berada di lapisan paling bawah sehingga usaha besar yang diterapkan pemerintah menjadi lebih terlihat.

DKI Jakarta berada di peringkat teratas sementara Papua tetap satu-satunya provinsi di kelompok terbawah, meskipun membaik dibandingkan tahun lalu dari 58,05 menjadi 59,09 di tahun 2017.

Sebagian pihak di Papua mempertanyakan indeks ini karena mereka tidak diikutsertakan, seperti dikatakan Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum.

“Kita tidak banyak terlibat. Masyarakat di Papua tidak semua terlibat dalam melakukan langkah-langkah untuk menentukan IPM ini. Jadi kita tidak mengetahui secara pasti apa indikator-indikator yang digunakan.”

“Kalau itu diambil secara generalisir untuk mewakili Papua, saya pikir itu juga menjadi masalah yang harus diperdebatkan,” kata Yan Christian Warinussy pegiat hak asasi manusia di Manokwari, Papua Barat.

 

sumber : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43784742