Magister Keuangan Daerah Universitas Cenderawasih

Inilah komoditas penyumbang inflasi di Kota Jayapura

Inilah komoditas penyumbang inflasi di Kota Jayapura

Meski bulan Agustus 2018 dua kota Indeks Harga Konsumen mengalami deflasi, namun jelang akhir tahun Bank Indonesia berharap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua dan Kota Jayapura dengan kewaspadaan terhadap penyumbang inflasi atau komoditas Volatile Food seperti ketimun, ikan cakalang, udang basah, daging sapi, beras, daging ayam ras, dan telur ayam.

“Namun demikian inflasi dapat diredam dengan penurunan harga komoditas ekor kuning, ikan kembung, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, mujair, bayam, tomat buah, tomat sayur, dan ikan cakalang,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Joko Supratikto, dalam High Level Meetingbersama TPID Papua dan Kota Jayapura, di sebuah hotel di Jayapura, Selasa (18/9/2018).

Joko Supratikto mengemukakan resiko inflasi yang ada itu dikarenakan ketidakpastian cuaca, potensi kenaikan tarif tiket pesawat, peningkatan konsumsi menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2019, serta depresiasi nilai tukar Rupiah.

“Proyeksi inflasi September 2018 mendatang, kami prediksikan deflasi 0,37 persen hingga 0,03 persen (mtm),” katanya.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi ke depan, kata Joko, TPID akan terus melaksanakan rapat koordinasi dan pemantauan harga terutama pada komoditas bahan pangan dan mengantisipasi ketidakpastian cuaca yang terjadi di Papua.

Selain itu, akan dilaksanakan pemantauan harga administered prices terutama angkutan udara menjelang perayaan hari besar agama dan momen libur panjang.

TPID juga akan terus melaksanakan program kerja terkait peningkatan ketahanan pangan sesuai dengan roadmap TPID yang telah disusun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, berharap adanya koordinasi yang apik dari semua stakeholder untuk menjaga kenaikan harga, khususnya menjaga untuk paling tidak sama dengan batas dari pemerintah yaitu 4 persen inflasi atau 3,5 persen batas pemerintah pusat.

“Saya usul, diedarkan harga eceran kepada masyarakat. BI dan pemerintah lakukan intervensi harga telur dan harga ayam. Selain itu, perlu ada pengawasan melekat terhadap distributor kepada pengusaha-pengusaha,” katanya. (*)

 

sumber : klik disini