Magister Keuangan Daerah Universitas Cenderawasih

Merauke peringkat satu inflasi nasional, Kota Jayapura deflasi

Merauke peringkat satu inflasi nasional, Kota Jayapura deflasi

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Jayapura dan Merauke bulan April 2018 mengalami perbedaan. Pasalnyan pada April 2018 kedua kota di Provinsi Papua tercatat mengalami perubahan angka indeks yang berbeda. Kota Jayapura mengalami deflasi sebesar 0,05 persen dan Merauke mengalami inflasi 1,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 134,35 dan sebesar 138,07.

Kepala BPS Papua, Simon Sapari, mengatakan Kota Jayapura menempati urutan ke-61 di tingkat nasional dan ke-12 di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua). Sedangkan Merauke menempati urutan pertama di tingkat nasional.

Inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan April 2018 sebesar 1,97 persen dan inflasi year on year (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 3,37 persen. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan April 2018 sebesar 3,21 dan inflasi year on year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) sebesar 2,20 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2012 (2012 = 100) hasil SBH 2012, di Kota Jayapura pada April 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi penurunan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,42 pada Maret 2018 menjadi 134,35 pada April 2018.

Merauke pada April 2018 terjadi inflasi sebesar 1,32 persen atau terjadi kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,27 pada Maret 2018 menjadi 138,07 pada April 2018.

“Secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi,” katanya.

Dijelaskan Sapari, deflasi di Kota Jayapura terjadi karena adanya penurunan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa yaitu bahan makanan sebesar -0,83 persen dan kelompok sandang sebesar -0,04 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,48 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,58 persen.

Sapari menjelaskan di Merauke kenaikan harga barang dan jasa ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,09 persen; kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 2,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,00 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olaharaga sebesar 0,10 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok sandang sebesar -0,10 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,70 persen.

“Faktor pendorong terjadinya deflasi di Kota Jayapura bulan April 2018 adalah penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain ikan ekor kuning, cabai merah, cabai rawit, kangkung, dan daging ayam ras. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain angkutan udara, bawang merah, ikan cakalang, bahan bakar minyak, dan bawang putih.

Faktor pendorong terjadinya inflasi di Merauke bulan Maret 2018 adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain ikan kembung, kacang panjang, rokok putih, kangkung, dan bawang merah. Komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan udara, ikan mujair, udang basah, tahu mentah, dan cabai merah,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan prediksi Bank Indonesia. Meski bulan Maret 2018 tekanan harga barang dan jasa di Provinsi Papua mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, Provinsi Papua tercatat mengalami inflasi sebesar 1,58 persen (mtm) lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,01 persen (mtm).

Sementara itu, secara tahunan inflasi Papua pada bulan Maret 2018 sebesar 3,16 persen (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,62 persen (yoy) dan lebih rendah dari inflasi rata-rata dua tahun terakhir yang sebesar 3,53 persen (yoy).

Mencermati perkembangan informasi terkini dan beberapa indikator harga pada bulan April 2018 inflasi diperkirakan lebih rendah dari bulan Maret 2018, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Fauzan, mengungkapkan beberapa faktor yang berpotensi memicu inflasi di bulan April 2018 mendatang.

“Penyesuaian tarif bahan bakar minyak, rencana peningkatan harga pokok produksi gula petani, dan ketidakpastian cuaca di Papua,” ujarnya kepada wartawan.

 

sumber : http://tabloidjubi.com/artikel-15907-merauke-peringkat-satu-inflasi-nasional-kota-jayapura-deflasi.html